Selasa, Februari 07, 2017

Visi Misi Puskesmas Kradenan I


1.   VISI
Puskesmas Kradenan I sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan masyarakat mempunyai visi:
“Menjadi Puskesmas Unggulan yang diminati masyarakat dalam pelayananKesehatan”.
Puskesmas sebagai suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Sebagai institusi kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh dimaksudkan bahwa Puskesmas melaksanakan pelayanan kesehatan, yang meliputi 4 (empat) upaya, yaitu :
   1.     Promotif  (Penyuluhan).
   2.     Preventif (Pencegahan).
   3.     Kuratif (Pengobatan).
   4.     Rehabilitatif ( Pemulihan kesehatan).
Yang ditujukan kepada semua penduduk dan tidak dibedakan jenis kelamin dan golongan umur dari sejak pembuahan dalam kandungan sampai tutup usia.²)
Unggulan Yang diminati masyarakat dalam pelayanankesehatan dimaksudkan, bahwa dengan adanya letak bangunan puskesmas yang strategis, mudah dijangkau oleh masyarakat, ketersediaan tenaga, sarana/prasarana dan jenis pelayanan yang memadai maka akan menjadi pilihan utama didasari keyakinan yang mantap pada anggotamasyarakat  di luar  maupun di dalam wilayah kerja Puskesmas Kradenan I untuk memperoleh pelayanan darurat, pelayanan kesehatan dasar, inap, dan bersalin.
Citra Pelayanan Puskesmas yang baik, meliputi :
a.  Kebersihan lingkungan Puskesmas;
b.  Saling Menghormati dan sikap ramah dari setiap petugas Puskesmas;
c.  Pemberian pelayanan sesuai dengan kualitas yang telah ditentukan;
d.  Kerjasama yang baik dengan pamong setempat dan petugas asektor lain;
e.  Selalu menepati janji pelayanan yang telah disepakati bersama.²)
Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat oleh Puskesmas didukung dengan ketersediaan tenaga yang profesional  dengan jenis pelayananparipurna, meliputi :
a.  Pelayanan kesehatan dasar, yaitu : Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana, Usaha Perbaikan  Gizi, Kesehatan Lingkungan, Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular, Pengobatan termasuk Pelayanan Darurat Karena Kecelakaan, Penyuluhan Kesehatan Masyarakat, Usaha Kesehatan Sekolah, Kesehatan Olah Raga, Perawatan Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Kerja, Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Jiwa, Kesehatan ,  Usia Lanjut, Pembinaan Pengobatan Tradisional, Laboratorium, dan  Pencatatan Pelaporan dalam rangka Sistem Informasi Kesehatan (SIK).
b.  Dukungan sistem  rujukan upaya kesehatan, berupa rujukan medik dan rujukan kesehatan.

2.   MISI
Berdasarkan visi tersebut ditetapkan misi sebagai berikut:
a.  Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan paripurna.
b.  Meningkatkan profesionalisme petugas.
c.  Memberdayakan masyarakat dalam bidang kesehatan menuju kemandirian.
d.  Pengelolaan manajemen puskesmas yang efektif dan efisien.
e.  Menyediakans aranan dan prasarana yang memadai.
f.   Meningkatkan kerja sama lintas sector untuk mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

3.   MOTTO
Nilai dasar disusun sebagai acuan bagi insan Puskesmas dalam berperilaku yang menunjang tercapainya Visi dan Misi Puskesmas Kradenan I Kabupaten Grobogan. Nilai dasar tersebut diharapkan menjadi budaya organisasi dan menjadi motivator bagi setiap individu untuk senantiasa bekerja lebih baik dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Individu Puskesmas bukan hanya dituntut menjadi pintar, tetapi juga memiliki perilaku yang baik. Oleh karena itu, Manajemen Puskesmas Kradenan I Kabupaten Grobogan berupaya menumbuhkan sistem nilai yang diyakini dapat dijalani bersama dan menjadi acuan berperilaku setiap insan Puskesmas yang andal dan terpercaya, yaitu melalui  pengembangan budaya HORMAT (Harmonis, Obyektife, Ramah, Mantab, Aman dan Tertib). Pengertian  dan penerpan budaya HORMAT dalam memberikan layanan kepada pasien meliputi :

1.
Harmonis
:
Harmonis menunjukan hubungan se-ia sekata diantara para karyawan Puskesmas dan Lintas Sektor dalam rangka memberikan layanan kepada Masyarakat.
2.
Obyektif
:
Memberikan pelayanan secara objektif dan merata ke masyarakat.
3.
Ramah
:
Memberikan pelayanan kepada pengguna pelayanan baik di dalam maupun diluar gedung dilakukan oleh sumberdaya yang ramah.
4.
Mantab
:
Memberikan pelayanan dengan Percaya diri oleh SDM yang professional dan didukung sarana prasarana yang memadai.
5.
Aman
:
Memberikan pelayanan aman baik pelayanan langsung maupun pelayanan tak langsung yang diterima.
6.
Tertib
:
Memberikan pelayanan dilaksanakan secara tertip sesuai dengan aturan yang ada.

4.   Tugas Pokok dan Fungsi

Dalam menjalankan fungsinya Tugas pokok yang harus dijalankan Puskesmas sebagai ujung tombak pembangunan kesehatan  adalah menjalankan program pokok:
1.  Promosi Kesehatan
2.  Upaya Perbaikan Gizi
3.  Upaya Kesehatan Ibu dan Anak dan Keluarga Berencana
4.  Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
5.  Upaya Penyehatan Lingkungan
6.  Perawatan Kesehatan masyarakat.
7.  Pengobatan
8.  Upaya Pengembangan
5.   Fungsi Puskesmas
1.  Sebagai Pusat Pembangunan Kesehatan Masyarakat di wilayah kerjanya.
2.  Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat.
3.  Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Daerah sesuai dengan bidang tugasnya.

6.   Jenis Pelayanan
Jenis-jenis pelayanan Kradenan I meliputi Pelayanan Administrasi dan Pelayanan Kesehatan terdiri dari :
1.  Rawat Jalan : Poli umum, Poli KIA/KB, Poli Gigi, Puskesmas Keliling
2.  PONED
3.  Pelayanan Administratif
4.  Laboratorium
5.  Fisioterapi
6.  Konsultasi Kesehatan, Pojok Gizi.
7.  Pelayanan Luar Gedung.

Selasa, Januari 17, 2017

Poslansia: Di Usia Lanjut, Mereka Berhak Bahagia

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan paling penting bagi manusia. Bahkan menjadi salah satu komponen dalam perhitungan tingkat pembangunan manusia antar negara di dunia. Kesehatan pula merupakan tanggung jawab bersama yang diamanatkan oleh undang-undang yakni mengsejahterakan kehidupan bangsa.

Pembangunan kesehatan menjadi jalan bagi pemerintah untuk terus bergerak bersama masyarakat mewujudkan masyarakat yang sehat dan Indonesia yang sehat. Sejatinya, program kesehatan harus merata dirasakan oleh seluruh masyarakat tak mengenal suku, agama maupun usia mulai sejak kandungan hingga lansia sekalipun tetap harus mendapat sentuhan pelayanan kesehatan.

Terkait kelompok lanjut usia, saat ini telah banyak yang mengembangkan program unggulan misalnya Puskesmas ramah lansia dan sebagainya. Di Kabupaten Grobogan, salah satu program yang diluncurkan oleh Dinas Kesehatan yaitu poslansia dimana tujuannya untuk melibatan peran serta pada lansia, keluarga, tokok masyarakat dan Puskesmas guna bersama-sama terlibat dalam memberikan pelayanan kesehatan  pada lansia yang bersumber dari UKBM.

Di Puskesmas Kradenan 1, terdapat 14 poslansia yang tersebar di 7 Desa. Salah satunya desa Crewek yang menyelenggarakan posyandu lansia di luar jadwal posyandu rutin yaitu setiap tanggal 17 setiap bulannya. Setiap pos lansia, pasti dilaksanakan pelayanan kesehatan dasar termasuk periksa kesehatan, penyuluhan kesehatan, pemberian makanan tambahan serta senam lansia guna mengajarkan kepada mereka agar tetap berolah raga rutin. 

Pos lansia ini rutin dilaksanakan setiap bulannya yang bertujuan memberikan pelayanan lebih dekat kepada usia lanjut. Di usia lansia mereka berhak bahagia, yah mungkin ini panggilan moral bersama, agar memperhatikan kesehatan Lansia, memberikan motivasi dan informasi kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Agar di usia lanjut, mereka masih mandiri mempertahankan kesehatan mereka. Mereka juga berhak untuk bahagia.



Ayo dukung lansia agar tetap sehat.

Rabu, Januari 04, 2017

Pantau Tumbuh Kembang Anak Usia PAUD: PKM Kradenan 1 gandeng unsur pendidikan aktifkan posyandu terintegrasi PAUD

Camat Kradenan, Karjanto SH sedang menimbang balita
Posyandu merupakan salah satu wujud dari upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat tentunya menyelenggarakan pembangunan kesehatan, memberikan kemudahan kepada masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak.
 
Dalam menyelenggarakan posyandu harus ditunjang keterlibatan aktif bukan hanya perangkat desa, kader, PKK Desa, Dasawisma, tetapi juga ibu-ibu yang memiliki balita harus rutin menimbang bayinya ke posyandu. Ini bertujuan bagi sang Ibu agar memantau tumbuh kembang anaknya. Tetapi permasalahan yang dihadapi ialah pertama, anak jika sudah mendapat imunisasi campak pada usia 9 bulan biasanya sang ibu tidak rutin lagi menimbang bayinya ke posyandu. Kadang dijumpai balita kemudian ditimbang kembali di posyandu saat ada pemberia vitamin A atau saat jadwal imunisasi lanjutan (booster).

foto bersama usia peresmian posyandu terintegrasi di Insan kamil
Inilah tantangan yang harus dihadapi. Masyarakat seyogyanya harus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap tumbuh kembang anaknya, dengan rutin menimbang balitanya tiap bulan di posyandu. Apa manfaatnya? tumbuh kembang anak yang betul-betul diperhatikan terutama sejak di dalam kandungan hingga usia 2 tahun pertama kehidupan akan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang sang anak. Kemudian diikuti dengan pemantauan rutin sampai usia 5 tahun. Manfaat lainnya, jika anak diketahui mengalami kekurangan gizi maka bisa segera dilakukan pemulihan gizi agar tidak mengganggu tumbuh kembang sang anak.

Masalah lainnya yaitu, saat anak berusia masuk pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak lagi dilakukan penimbangan rutin ke posyandu. Inovasi-inovasi terus bermunculan untuk mengatasi hal ini. Salah satunya, integrasi BKB-Posyandu-PAUD. Hal ini menggandeng unsur pendidikan agar terlibat dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Sehingga sampai usia 5 tahun anak tetap dipantau tumbuh kembangnya. Yah, karena merekalah generasi mendatang. Sudah kewajiban kita untuk mempersiapkan mereka baik dari sisi pendidikan maupun dari sisi kesehatan termasuk pemantauan tumbuh kembang anak melalui pemimbangan dan pengukuran tinggi badan.

Camat kradenan melepaskan balon peresmian program ini
Menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Kradenan 1 dan Pencerah Nusantara Kabupaten Grobogan menggandeng berbagai pihak di Kecamatan Kradenan agar terlibat dalam pemantauan tumbuh kembang anak melalui program TAMAN PAUD (tamasya posyandu ke PAUD) atau posyandu terintegrasi dengan PAUD. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan khususnya pada anak usia dini. Sejumlah PAUD di wilayah kerja Puskesmas Kradenan 1 telah disosialisasikan untuk melakukan penimbangan murid balita di sekolah masing-masing setiap bulannya pada form pendataan yang telah disediakan.
Pihak yang ikut terlibat yaitu Pemerintah Kecamatan Kradenan, TP-PKK Kec. Kradenan, BP3AKB Kec. Kradenan, UPTD Pendidikan Kradenan, HIMPAUDI Kec. Kradenan, Muspika Kecamatan Kradenan, Pemerintahan desa, Bidan Desa dan masyarakat. Pada tanggal 4 Januari 2017, diselenggarakan acara peresmian program ini di dua tempat yaitu di PAUD Cut Mutia KUWU dan PAUD Insan Kamil di Banjarsari yang mewakili PAUD-PAUD yang ada di Kecamatan Kradenan. Program yang diresmikan langsung oleh Pak Camat Kradenan, Karjanto, SH ini semoga menjadi peluang bersama dan gerakan bersama dalam pemantauan tumbuh kembang anak.

Anak adalah generasi, dan sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga mereka agar tumbuh sehat tumbuh cerdas dan tumbuh berdaya saing kedepannya. Melalui program ini juga diharapkan masyarakat semakin peduli bahwa kesehatan ini harus dirawat, dijaga dan dipelihara oleh kita masing-masing, kalau bukan dari sekarang kapan lagi. Kalau bukan kita yang menjaga kesehatan pribadi dan keluarga lalu siapa lagi.
Sehat dimulai dari kebiasaan sehat.

Sumber: Pencerah Nusantara Grobogan







Minggu, Desember 25, 2016

PKM Kradenan 1 Kaji Banding ke Puskesmas Geyer 1: Berbenah Demi Pelayanan Terbaik

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. 

Dalam pelaksanaannya, Puskesmas harus terus berupaya memberikan kinerja pelayanan kesehatan dasar yang terbaik. Salah satu cara untuk mengukur kinerja pelayanan kesehatan di Puskesmas yaitu dengan akreditasi. Akreditasi Puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu, kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan program, serta penerapan manajemen risiko, dan bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.
Pelayanan kesehatan di Puskesmas harus dikelola dengan baik oleh setiap pegawai yang terlibat di dalamnya. Untuk menyelenggarakannya secara optimal maka perlu pembelajaran atau up-grade. Proses pembelajaran dapat dilakukan melalui kegiatan pengkajian pelaksanaan pelayanan kesehatan termasuk program kesehatan di tempat lain yang mempunyai kinerja program baik. Untuk itu pengelola dan pelaksana program kesehatan di Puskesmas Kradenan 1 perlu melakukan kajian pelaksanaan pelayanan dan program kesehatan di Puskesmas lain. Adapun puskesmas yang dituju yaitu Puskesmas Geyer 1.

Pada tanggal 24 Desember 2016, pegawai Puskesmas 1 berkunjung ke Puskesmas Geyer 1 dalam rangka kaji banding akreditasi. Puskesmas Geyer 1 merupakan salah satu Puskesmas pertama yang terakreditasi di Kabupaten Grobogan. Jarak tempuh sekitar 2 jam akhirnya kami tiba di Puskesmas Geyer 1. Disana, Ketua Akreditasi serta staff PKM Geyer1 telah menunggu kedatangan kami.

Ketua tim Akreditasi PKM Kradenan 1 memaparkan terkait profil, visi-misi langkah-langkah persiapan akreditasi, hambatan yang mereka hadapi saat akreditasi dan cara mengatasi hambatan tersebut. Tidak lupa juga, kami berdiskusi menanyakan beberapa hal yang belum dimengerti tentang akreditasi. Tak hanya berdiskusi di dalam ruangan, tetapi juga kami langsung orientasi lingkungan Puskesmas Kradenan 1. Kami bertemu dengan pelaksana program-program dan juga melihat tata graha yang ada di Puskesmas Geyer 1.

Banyak hal yang diperoleh. Ini akan menjadi input positif bagi Puskesmas Kradenan 1 untuk berbenah memberikan pelayanan kesehatan dasar yang baik untuk masyarakat terlebih lagi berbenah diri menghadapi Akreditasi 2017. Salah satu hal positif yang diperoleh dari Kaji banding tersebut yaitu kompak, bersama kita bisa, bersama NKRI (N=niat baik, K=Kerja keras, R=rasional, I=ikhlas).

Puskesmas Kradenan 1: Siap Melayani..