Tampilkan postingan dengan label Gizi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gizi. Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 07, 2017

Sayang Anak: Ajak Bayi dan Balita Dapatkan Vitamin A di Posyandu


Ayoo, Ibu-ibu dan Bapak-bapak Kecamatan Kradenan, bawa bayi dan balita (bayi di bawah lima tahun) ke Posyandu terdekat untuk mendapatkan Vitamin A secara gratis. Nah, apa sih manfaat Vitamin A buat balita? Yuk simak manfaat vitamin A dibawah ini:

Sebagian besar masyarakat tentu telah mengetahui bahwa setiap Bulan Februari dan Agustus merupakan Bulan Vitamin A. Pada bulan tersebut dilakukan pemberian Vitamin A dosis tinggi untuk bayi dan balita usia 6-59 bulan. 

Pada Bayi usia 6-11 bulan diberikan Vitamin A kapsul biru (dosis 100.000 IU) dan pada Balita usia 12-59 bulan diberikan Vitamin A kapsul merah (dosis 200.000 IU). Penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian suplementasi kapsul vitamin A sebanyak 2 kali setahun pada balita merupakan salah satu intervensi kesehatan yang berdaya ungkit tinggi bagi pencegahan kekurangan vitamin A dan kebutaan serta penurunan kejadian kesakitan dan kematian pada balita.

Vitamin A merupakan zat gizi yang penting (essensial) bagi manusia, Zat gizi ini tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga harus dipenuhi dari luar. Makanan sumber Vitamin A sebagian besar berasal dari produk hewani seperti daging, telur, susu dan hati, namun beberapa produk nabati juga mengandung Vitamin A terutama sayur-sayuran berwarna seperti wortel, bayam, kol, brokoli, semangka, melon, pepaya, mangga, tomat dan kacang polong. Disamping dari produk alami, Vitamin A juga dapat berasal dari hasil rekayasa yang diperkaya (fortifikasi) pada beberapa bahan pangan seperti dalam minyak goreng, margarin, susu dan beberapa jenis mie instant. Selain itu ada satu sumber Vitamin A yang sangat potensial dan dapat mencukupi seluruh kebutuhan tubuh khususnya pada bayi dan Balita yaitu suplementasi Vitamin A melalui pemberian kapsul Vitamin A.

Mengapa Balita perlu mendapat Vitamin A?

Vitamin A penting untuk kesehatan mata dan mencegah kebutaan, dan yang lebih penting lagi, vitamin A dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Anak yang cukup mendapat vitamin A akan menjadi lebih kebal dan apabila terkena diare, campak atau penyakit infeksi lain, tidak mudah menjadi parah sehingga tidak membahayakan jiwa anak.

Kekurangan vitamin A merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian di negara berkembang. Berbagai penelitian membuktikan bahwa vitamin A mempunyai efek terhadap peningkatan fungsi imunitas selular dan humoral. Oleh karena itu manfaat suplementasi vitamin A pada pasien campak sudah banyak diteliti dan dibuktikan.

Berikut kami rangkum manfaat vitamin A bagi tubuh:

-          Untuk kesehatan Mata
Kandungan retinol yang tinggi pada vitamin A dapat membuat mata memiliki kemampuan menangkap cahaya dan objek apapun yang diterima oleh rertina menuju saraf otak untuk kemudian di visualisasikan secara akurat dan tepat.

-          Mencegah kanker
Kandungan Vitamin A di percaya mampu untuk mencegah terjadinya kanker. Karena Vitamin A ini dapat berfungsi sebagai penekanan terhadapa pertumbuhan DNA pada sel-sel kanker dan membantu untuk mencegah pertumbuhan sel-sel kanker.

-          Meningkatkan system kekebalan tubuh
Sistem kekebalan tubuh yang lemah akan mudah terserang penyakit, terutama pada serangan terhadapa radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Karena itulah peran Vitamin A yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga anda tidak akan mudah terserang oleh beberapa penyakit.

-          Mencerahkan kulit
Kulit anda terlihat kusam dan tidak enak di lihat ? solusinya adalah menggunakan Vitamin A yang mampu untuk mencegah terjadinya penuan prematur dan kulit menjadi cerah. Mengapa demikian? Karena di dalam Vitamin A ini terdapat kandungan Retinol yang bergabung dengan AHA yang bisa memberikan efek kelembapan untuk kulit wajah.

-          Meningkatkan kesehatan janin
Vitamin A dapat dipercaya untuk membantu perkembangan pada janin anda.selain itu manfaat Vitamin A juga dapat membantu pertumbuhan pada Mata, Tulang, Organ, dan Kulit bayi. Bagi ibu hamil rajinlah mengonsumsi Vitamin A karena dapat menjadikan janin yang anda miliki akan menjadi sehat.

-          Sebagai anti oksidan
Kandungan retinol yang ada pada vitamin A  sangat aktif dalam menghambat partikel beracun yang dibawa oleh radikal bebas dari  dalam tubuh  dan luar tubuh.

-          Menghambat pergerakan sel kanker
Vitamin A yang dikonsumsi secara teratur setiap hari mampu menghambat dan mencegah munculnya DNA yang tumbuh subur didalam sel kanker yang ada dalam organ tubuh tertentu misalnya paru paru, usus, serviks, payudara, prostat dan hati.

-          Vitamin A dapat membantu proses penyembuhan penyakit campak dan diare pada anak anak dan balita.
-          dan manfaat lainnya dari Vitamin A.

Pemberian Suplementasi Vitamin A
Suplementasi Vitamin A adalah program intervensi pemberian kapsul Vitamin A bagi anak usia 6-59 bulan dan Ibu nifas yang bertujuan selain untuk mencegah kebutaan juga untuk menanggulangi kekurangan Vitamin A yang masih cukup tinggi.

Ada 2 jenis kapsul Vitamin A dosis tinggi yang diberikan dalam kegiatan suplementasi Vitamin A yaitu kapsul biru (mengandung Vitamin A 100.000 IU) yang diperuntukkan bagi bayi usia 6-11 bulan dan kapsul merah (mengandung Vitamin A 200.000 IU) yang diperuntukkan bagi Balita usia 12-59 bulan. Jadwal pemberian Vitamin A pada bayi dan Balita adalah 2 kali setahun setiap Bulan Februari dan Agustus. 

Sedangkan untuk Ibu nifas, diberikan kapsul berwarna merah pada rentang waktu 0-42 hari setelah melahirkan sebanyak 1 kapsul dan 1 kapsul lagi 24 jam setelah pemberian kapsul pertama. Suplementasi Vitamin A dapat diperoleh di sarana pelayanan kesehatan seperti: rumah sakit, Puskesmas, Pustu, Poskesdes dan Posyandu.

Disamping pada kegiatan rutin, suplementasi Vitamin A juga diberikan pada situasi khusus seperti pada Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak dan penyakit infeksi lainnya, kasus gizi buruk dan apabila ditemukan kasus xerophthalmia. Disamping itu pada kejadian bencana alam, bayi dan Balita di pengungsian juga diberikan kapsul Vitamin A untuk meningkatkan daya tahan dan mencegah terjadinya kondisi yang lebih buruk.
Sumber:


Rabu, Januari 04, 2017

Pantau Tumbuh Kembang Anak Usia PAUD: PKM Kradenan 1 gandeng unsur pendidikan aktifkan posyandu terintegrasi PAUD

Camat Kradenan, Karjanto SH sedang menimbang balita
Posyandu merupakan salah satu wujud dari upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat tentunya menyelenggarakan pembangunan kesehatan, memberikan kemudahan kepada masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan anak.
 
Dalam menyelenggarakan posyandu harus ditunjang keterlibatan aktif bukan hanya perangkat desa, kader, PKK Desa, Dasawisma, tetapi juga ibu-ibu yang memiliki balita harus rutin menimbang bayinya ke posyandu. Ini bertujuan bagi sang Ibu agar memantau tumbuh kembang anaknya. Tetapi permasalahan yang dihadapi ialah pertama, anak jika sudah mendapat imunisasi campak pada usia 9 bulan biasanya sang ibu tidak rutin lagi menimbang bayinya ke posyandu. Kadang dijumpai balita kemudian ditimbang kembali di posyandu saat ada pemberia vitamin A atau saat jadwal imunisasi lanjutan (booster).

foto bersama usia peresmian posyandu terintegrasi di Insan kamil
Inilah tantangan yang harus dihadapi. Masyarakat seyogyanya harus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap tumbuh kembang anaknya, dengan rutin menimbang balitanya tiap bulan di posyandu. Apa manfaatnya? tumbuh kembang anak yang betul-betul diperhatikan terutama sejak di dalam kandungan hingga usia 2 tahun pertama kehidupan akan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang sang anak. Kemudian diikuti dengan pemantauan rutin sampai usia 5 tahun. Manfaat lainnya, jika anak diketahui mengalami kekurangan gizi maka bisa segera dilakukan pemulihan gizi agar tidak mengganggu tumbuh kembang sang anak.

Masalah lainnya yaitu, saat anak berusia masuk pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak lagi dilakukan penimbangan rutin ke posyandu. Inovasi-inovasi terus bermunculan untuk mengatasi hal ini. Salah satunya, integrasi BKB-Posyandu-PAUD. Hal ini menggandeng unsur pendidikan agar terlibat dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Sehingga sampai usia 5 tahun anak tetap dipantau tumbuh kembangnya. Yah, karena merekalah generasi mendatang. Sudah kewajiban kita untuk mempersiapkan mereka baik dari sisi pendidikan maupun dari sisi kesehatan termasuk pemantauan tumbuh kembang anak melalui pemimbangan dan pengukuran tinggi badan.

Camat kradenan melepaskan balon peresmian program ini
Menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Kradenan 1 dan Pencerah Nusantara Kabupaten Grobogan menggandeng berbagai pihak di Kecamatan Kradenan agar terlibat dalam pemantauan tumbuh kembang anak melalui program TAMAN PAUD (tamasya posyandu ke PAUD) atau posyandu terintegrasi dengan PAUD. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan khususnya pada anak usia dini. Sejumlah PAUD di wilayah kerja Puskesmas Kradenan 1 telah disosialisasikan untuk melakukan penimbangan murid balita di sekolah masing-masing setiap bulannya pada form pendataan yang telah disediakan.
Pihak yang ikut terlibat yaitu Pemerintah Kecamatan Kradenan, TP-PKK Kec. Kradenan, BP3AKB Kec. Kradenan, UPTD Pendidikan Kradenan, HIMPAUDI Kec. Kradenan, Muspika Kecamatan Kradenan, Pemerintahan desa, Bidan Desa dan masyarakat. Pada tanggal 4 Januari 2017, diselenggarakan acara peresmian program ini di dua tempat yaitu di PAUD Cut Mutia KUWU dan PAUD Insan Kamil di Banjarsari yang mewakili PAUD-PAUD yang ada di Kecamatan Kradenan. Program yang diresmikan langsung oleh Pak Camat Kradenan, Karjanto, SH ini semoga menjadi peluang bersama dan gerakan bersama dalam pemantauan tumbuh kembang anak.

Anak adalah generasi, dan sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga mereka agar tumbuh sehat tumbuh cerdas dan tumbuh berdaya saing kedepannya. Melalui program ini juga diharapkan masyarakat semakin peduli bahwa kesehatan ini harus dirawat, dijaga dan dipelihara oleh kita masing-masing, kalau bukan dari sekarang kapan lagi. Kalau bukan kita yang menjaga kesehatan pribadi dan keluarga lalu siapa lagi.
Sehat dimulai dari kebiasaan sehat.

Sumber: Pencerah Nusantara Grobogan







Senin, Desember 19, 2016

Ayo Peduli 1000 Hari Pertama Kehidupan Bayi Untuk Cegah Stunting/Pendek


APA ITU STUNTING/PENDEK 

Stunting adalah keadaan di mana tinggi badan berdasarkan umur rendah, atau keadaan dimana tubuh anak lebih pendek dibandingkan dengan anak – anak lain seusianya (MCN, 2009). Stunted merupakan kekurangan gizi kronis atau kegagalan pertumbuhan dimasa lalu dan digunakan sebagai indikator jangka panjang untuk gizi kurang pada anak.

Kejadian stunting pada anak merupakan suatu proses kumulatif yang terjadi sejak kehamilan, masa kanak-kanak dan sepanjang siklus kehidupan. Pada masa ini merupakan proses terjadinya stunting pada anak dan peluang peningkatan stunting terjadi dalam 2 tahun pertama kehidupan. Faktor gizi ibu sebelum dan selama kehamilan merupakan penyebab tidaklangsung yang pemberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin. Ibu hamil dengan gizi kurang akan menyebabkan janin mengalami intrauterine growth retardation (IUGR), sehingga bayi akan lahir dengan kurang gizi, dan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. 

Ibu memegang peranan penting dalam mendukung upaya mengatasi masalah gizi, terutama dalam hal asupan gizi keluarga, mulai dari penyiapan makanan, pemilihan bahan makanan, sampai menu makanan. Ibu yang memiliki status gizi baik akan melahirkan anak yang bergizi baik. Kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan baik dalam jumlah maupun mutu gizinya sangat berpengaruh bagi status gizi anak. Keluarga dengan penghasilan relatif tetap, prevalensi berat kurang dan prevalensi pendek lebih rendah dibandingkan dengan keluarga yang berpenghasilan tidak tetap.


CIRI-CIRI STUNTING PADA ANAK

1.      Anak yang stunted, pada usia 8-10 tahun lebih terkekang/tertekan (lebih pendiam, tidak banyak melakukan eye-contact) dibandingkan dengan anak non-stunted jika ditempatkan dalam situasi penuh tekanan. 

2.      Anak dengan kekurangan protein dan energi kronis (stunting) menampilkan performa yang buruk pada tes perhatian dan memori belajar, tetapi masih baik dalam koordinasi dan kecepatan gerak. 

3.      Pertumbuhan melambat, batas bawah kecepatan tumbuh adalah 5cm/tahun decimal 
 4.      Tanda tanda pubertas terlambat (payudara, menarche, rambut pubis, rambut ketiak, panjangnya testis dan volume testis 

5.      Wajah tampak lebih muda dari umurnya  
6.      Pertumbuhan gigi yang terlambat

PENGARUH STUNTING PADA ANAK 

Menurut laporan UNICEF (1998) beberapa fakta terkait stunted dan pengaruhnya adalah sebagai berikut:  

1.      Anak-anak yang mengalami stunted lebih awal yaitu sebelum usia enam bulan, akan mengalami stunted lebih berat menjelang usia dua tahun. Stunted yang parah pada anak-anak akan terjadi deficit jangka panjang dalam perkembangan fisik dan mental sehingga tidak mampu untuk belajar secara optimal di sekolah, dibandingkan anak- anak dengan tinggi badan normal. Anak-anak dengan stunted cenderung lebih lama masuk sekolah dan lebih sering absen dari sekolah ibandingkan anak-anak dengan status gizi baik. Hal ini memberikan konsekuensi terhadap kesuksesan anak dalam kehidupannya dimasa yang akan datang.

  2.      Stunted akan sangat mempengaruhi kesehatan dan perkembanangan anak. Faktor dasar yang menyebabkan stunted dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan intelektual. Penyebab dari stunted adalah bayi berat lahir rendah, ASI yang tidak memadai, makanan tambahan yang tidak sesuai, diare berulang, dan infeksi pernapasan. Berdasarkan penelitian sebagian besar anak-anak dengan stunted mengkonsumsi makanan yang berada di bawah ketentuan rekomendasi kadar gizi, berasal dari keluarga miskin dengan jumlah keluarga banyak, bertempat tinggal di wilayah pinggiran kota dan komunitas pedesaan. 

  3.      Pengaruh gizi pada anak usia dini yang mengalami stunted dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan kognitif yang kurang. Anak stunted pada usia lima tahun cenderung menetapsepanjang hidup, kegagalan pertumbuhan anak usia dini berlanjut pada masa remaja dan kemudian tumbuh menjadi wanita dewasa yang stunted dan mempengaruhi secara langsung pada kesehatan dan produktivitas, sehingga meningkatkan peluang melahirkan anak dengan BBLR. Stunted terutama berbahaya pada perempuan, karena lebih cenderung menghambat dalam proses pertumbuhan dan berisiko lebih besar meninggal saat melahirkan.

BAGAIMANA PENCEGAHAN STUNTING

Upaya intervensi gizi spesifik untuk balita pendek difokuskasm pada kelompok 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK), yaitu ibu hamil, ibu menyusu, anak 0-23 bulan, karena penanggulangan balita pendek yang paling efektif dilakukan pada 1000 HPK yaitu 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pertama kehidupan setelah bayi lahir dan dibuktikan secara ilmiah merupakan periode yang menentukan kualitas kehidupan.

Upaya pencegahan Stunting:

1.      Pada ibu hamil 
-          Memperbaiki gizi dan kesehatan ibu hamil merupakan cara terbaik dalam mengatasi stunting. Ibu hamil perlu mendapat makanan yang baik, sehingga apabila ibu hamil dalam keadaan sangat kurus atau telah mengalami kurang energi kronis (KEK), maka perlu diberikan manakan tambahan kepada ibu hamil tersebut. 

-          Setiap ibu hamil perlu mendapat tablet tambah darah, minimal 90 tablet selama kehamilan 
-          Kesehatan ibu harus tetap dijaga agar ibu tidak mengalami sakit.

2.      Pada saat bayi lahir 
-          Persalinan ditolong oleh bidan atau dokter terlatih dan begitu bayi lahir melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) 
-          Bayi sampai dengan usia 6 bulan diberi Air Susu Ibu (ASI) saja atau biasa disebut ASI Eksklusif.

3.      Bayi berusia 6 bulan sampai dengan 2 tahun 

-          Mulai usia 6 bulan, selain ASI bayi diberi makanan pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian ASI terus dilakukan sampai bayi berumur 2 tahun atau lebih. 

-          Bayi dan anak memperoleh kapsul vitamin A, imunisasi dasar lengkap.

4.      Memantau pertumbuhan Balita di posyandu merupakan upaya yang sangat strategis untuk mendeteksi dini terjadinya gangguan pertumbuhan 

5.      Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus diupayakan oleh setiap rumah tangga termasuk meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan. PHBS menurunkan kejadian sakit terutama penyakit infeksi yang dapat membuat energy untuk pertumbuhan teralihkan kepada perlawanan tubuh menghadapi infeksi, gizi sulit diserap oleh tubuh dan terhambatnya pertumbuhan.

Sumber:
Gizigizi.com



Kamis, November 03, 2016

Kesehatan Gizi Puskesmas Kradenan 1

Petugas Gizi sedang memberikan konseling Gizi
Pelayanan gizi termasuk dalam upaya esensial yang diamanakan dalam peraturan menteri Kesehatan No. 75 tahun 2014. Pelayanan ini bisa dikunjungi di Puskesmas Kradenan 1 dimana petugas yang bertanggung jawab di pelayanan ini ialah Sri Nurnaningsih sebagai pelaksana Gizi/Ahli Gizi. 

Pelayanan ini bisa dikunjungi setiap hai Senin-Sabtu pada pukul 07:30 - 14:00 WIB (kecuali hari Jum'at sampai pukul 11:00 WIB). 

Adapun pelayanan atau kegiatan di Kesehatan Gizi yang tersedia dan dilaksanakan di Puskesmas Kradenan 1 yaitu:

1. Pelayanan penanggulangan anemia pada Ibu Hamil
2. Konseling Gizi Pasien Rawat Inap
3. Pelayanan penanggulangan GAKY
4. Pelayanan penanggulangan Gizi buruk dan balita
5. Konseling ANC Terpadu
6. Pelayanan Posyandu
7. Penatalaksanaan Diet Pasien Rawat Inap
8. Pelayanan pemberian Vit. A
9. UKS
10. Pemantauan konsumsi makanan keluarga

Bersama membangun generasi bangsa dengan peduli nutrisi sehat.

TIM: Kesehatan Gizi Puskesmas Kradenan 1